Berbagi Rizki

Biarkan Rizki Tetap Berbagi

Dalam Diam Adakala Tragedinya

Tragedi belum tentu menunjukkan bahwa segala sesuatu didalamnya penuh dengan kegiatan. Kadangkala kita mengenal tragedi kegiatan selalu menunjukkan banyak langkah, banyak corak, banyak motif yang senantiasa tersalurkan. Tragedi adalah senarai hasil-hasil yang dikumpulkan oleh momentum sewaktu dalam jerih kehidupan. Suatu saat aktivitas akan menjadikan tumpukan tragedi penyesalan ataupun kebahagiaan secara bergantian. Sehingga acapkali tragedi selalu disamakan padanannya pada sesuatu yang negatif serta menggelayut asa. Jika telah demikian, keseringannya ialah lebih baik tak beraktivitas dan bertindak daripada akan diderai oleh tragedi menyakitkan. Lebih baik diam jika melakukannya akan menghasilkan kesalahan. Lebih baik tak bertindak jika kesalahan akan menyebabkan tragedi yang berantakan.

jangan diam, segera dilanjutkan

Rinai Rintik Jatuh Jenuh

Mengambil keputusan yang sulit di kala mempertimbangkan sesuatu, ada sebuah pergulatan batin di lubuk hati yang tak tersampaikan. Antara pilihan tetap bertahan ataukah membuatkan tandingan agar muncul sebuah persaingan. Rasanya ingin berusaha menimbang, tapi buntu untuk memikirkannya. Adanya hanya tekanan agar semua bisa mendapatkan hasil maksimal.

klik untuk melanjutkan

Kupu-kupu Mengajarkan Kita Semestinya

Kupu-kupu, siapapun seringkali menganalogikan setiap kali keluar dari kehinaan menuju suatu kemuliaan. Kupu-kupu adalah cerminan makhluk yang sangat indah. Mungkin bila ada orang yang phobia degan beberapa hewan semacam ular, kelabang, ataukah anjing. Tapi tidak bagi kupu-kupu. Hewan yang penuh pesona dengan sebelumnya penuh hina. Saat menjadi kepompong dan metamorfosa menjadi ulat, maka siapapun memandang hina. Kepompong bentuknya sangat tak indah di mata, ulat pun demikian, sangat dijauhkan sebab bila terkena tubuh mitosnya akan menimbulkan gatal-gatal sampai alergi di kulit manusia.

klik untuk melanjutkan

Mengekalkan Kesesaatan

Mengekalkan kesesaatan adalah urusan sulit memang, mengekalkan kesesaatan adalah mencoba merekam kebersamaan dengan waktu yang memiliki momentum tertentu. Adakala dimana sebuah momentum memberikan banyak jawab untuk satu waktu tertentu, mengekalkan adalah menyimpannya dalam rak besi berisi, bukan rak kayu kosong.

Tentunya ada banyak belajar dari bisikan kehidupan. Singgah berlalu dan pergi melaju. Akan tetapi selalu ada kesempatan untuk mengekalkannya lebih indah dibandingkan menjalaninya. Mereka-mereka yang pandai akan mengalahkan mereka yang pandir. Sebab si pandai tahu bagaimana cara mengekalkannya sebagaimana kemasan ikan kaleng terawetkan, adapaun para pandir mengekalkannya dengan kaleng ikan tanpa tutup kemas yang erat. Sehingga terbang berlalu diterpa angin dan menjadi bau bahkan kabarnya kucing pun ragu untuk menujunya.

Kekalkanlah sebuah kesesaatan agar paham apa yang akan dilanjutkan kala masa itu berjumpa kembali

Derita Langka Umur Muda

Dalam sebuah bangunan ibadah. Tempat tersepi di kampung itu. Sepi bisa karena banyaknya tempat ibadah yang sama atau bisa juga untuk bersepi-sepi penduduknya untuk melaksanakan ibadah secara banyak bersama. Seorang ibu terderita penyakit langka untuk orang kampung itu, tapi tidak langka untuk keluarganya, karena sakit langkanya adalah warisan berharga setelah kekayaan harta tiada dipunya oleh mereka.

klik-klik kilik

Bergegas Menapak Lubang Berikutnya

Dalam riangnya muka belum tentu menunjukkan riangnya dalam dada. Setiap kegembiraan kadangkala sirna. Entah airmata yang membawa, ataukah kecewa yang mengasa. Setiap jengkal nafas menderu semesta. Dalam gegap gempita gejolak jiwa. Serasa teriris kala tak bisa mengantar bingkisan bahagia. Teringat marah bila tak bisa jadi tempat bermanja.

klik untuk melanjutkan

Untuk Apa Selama Ini Berlelah Diri?

Dalam suatu panjangnya kehidupan, banyak ungkapan dimana sebuah manifestasi untuk mewujudkan anugrah yang didapatkan. Jarang memang tapi terkadang ada. Begitulah syukur menemukan identitas maknanya. Selalu senantiasa menyiratkan cerita. Bagaimana mungkin seseorang bisa melupakan sisi syukur padahal hari-harinya senantiasa dipenuhi dengan lebihnya banyak nikmat dibandingkan dengan banyaknya cela. Namun begitulah manusia, jika syukur selalu menemukan identitas maknanya, belum tentu manusia dapat lebih cepat dari syukur dalam menemui identitasnya.

Sederhananya ialah, betapa syukur sangat punya arti dalam kehidupan. Syukur tidak berdiri sendiri di keramaian, ataupun tidak teriak sendiri ditengah kesepian. Syukur ada sejalan dengan anugrah yang diterima. Sewajarnyalah keseimbangan hidup dimulai dengan bersyukur. Sebab betapa banyak lelah mendera namun seseorang belum bisa menemukan makna untuk apa ia lelah, dan mengapa ia harus berlelah-lelah jika tidak mengetahui tujuan semestinya.

Cinta Itu Sama

Baru pagi tadi berkata, bahwasanya cinta itu juga suatu usaha untuk menyamakan rasa yang sebelumnya berbeda. Cinta itu bukan menjadikan membedakan rasa yang sebelumnya telah berbeda. Banyak hal yang diketahui mungkin bagi kita soal apa itu cinta, tapi sedikit yang memahami cinta itu dengan selembut-lembutnya.

Adakalanya Sebuah Cerita

Adakalanya demikianlah adanya, dalam kehidupan sering kali pencapaian yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Adakalanya pula segala sesuatu terjadi alakadarnya, namun kadang hal pula sesuatu alakadarnya adakala menjadi hal istimewa tanpa disangka. Dalam sebuah lorong mushalla yang sepi dari jamaah penikmat ibadah ditempat istimewa, kadangkala ditemukan hal yang sangat kontras dengan kejadian sebelumnya. Ketika kecil usia, malu mungkin dan aib bisa jadi seseorang tidak bisa atau tidak tahu caranya memakai sarung. Namun masa kini, memakai sesuatu yang seharusnya bisa dikerjakan dulu bisa jadi bukan aib bahkan bahan tertawa.

klik lagi

Bendera Hikmah

Selalu ada jeda dalam tiap perjalanan, selalu ada cerita dalam setiap persinggahan. Sebuah jeda ialah sebuah rasa dimana lepas lelah terasa makna bahwa jauh sudah berjalan dan tanpa paksa semua cerita terukir disana. Kehidupan seringkali tidak kita temukan dimanakah muara keindahannya. Kehidupan kadang melulu soal kejenuhan dan soal kendala sana-sini. Acapkali tanpa sadar hikmah senantiasa dating silih berganti, tapi seacapkali itu pula kita tidak menusukkan bendera tanda hikmah telah diterima. Yang ada dan lebih banyak nyata ialah kadang hikmah berlalu begitu saja tanpa punya nilai. Sehingga terkadang kejadian yang tidak suka tersebut terulang kembali membuat kita semakin nihil dari nilai hikmah sejati.

klik untuk melanjutkannya kawan